Skip to content

Opening song short movie ‘Pejuang IRMAGA’

3 Maret 2009


Sebuah kisah perjuangan dakwah remaja masjid sekecamatan Gamping

TeOREMA 3

2 Juli 2009

PAMFLET TEOREMA

PAMFLET TEOREMA

Untukmu Wahai Para Remaja Masjid Super! ikutin acara yang dahsyat ini. Training Oreintasi Remaja Masjid edisi ke-III. Ahad, 12 Juli 2009 pukul 07.30 di SDIT Nurul Islam Nogotirto. Bagi Remaja Masjid yang gak ikut, dijamain rugi deh..

Mereka Bicara tentang IRMAGA

27 Mei 2009

fun movie untuk daurohnya kaderisasi IRMAGA 21 Mei 2009

Everyone can be a HERO

24 April 2009

Setiap orang memiliki peluang menjadi pahlawan (dalam bahasa ane, hero.. iant banget!) namun tidak semua orang mau mengambil peluang menjemput kepahlawanannya tersebut. Pahlawan adalah manusia besar yang senantiasa dikenang dan dikagumi namanya sepanjang sejarah peradaban manusia, walau jasadnya telah lapuk dimakan usia. Inilah harga mahal pahlawan. Akan tetapi tidak semua pahlawan tersebut akan mendaratkan kakinya di surga kelak. Setiap muslim memang telah dijanjikan surga, namun tidak setiap muslim mau dan mampu menjadi pahlawan. Oleh karena itu, seorang aktivis dakwah adalah muslim yang telah berani mengambil masanya menjadi pahlawan.

Inilah yang dinamakan true hero (pahlawan sejati_pen). Manusia emas yang mampu mengukir hidupnya untuk peradaban besar, seorang muslim yang istiqomah berjual beli dengan Sang Khalik, aktivis yang mampu meloloskan diri dari jebakan-jebakan neraka. Surga Firdaus, itulah barangkali imbalan termahal bagi para pahlawan sejati.

Dakwah adalah pilihan tak terbantahkan bagi seorang pahlawan sejati. Menempatkan profesi ini sebelum semuanya. Da’i yang kebetulan menjadi mahasiswa, da’i yang kebetulan menjadi pedagang, da’i yang kebetulan menjadi guru, da’i yang kebetulan menjadi pengacara, dan seterusnya. Tidak menjadi masalah dia menjadi apa, dimana dan kapan. Yang penting berdakwah adalah mainstream hidupnya.

Namun sayang, tidak setiap orang yang menamakan dirinya sebagai aktivis dakwah berhasil menjadi pahlawan sejati. Karena setiap mereka tidak memiliki naluri sebagai seorang pahlawan. Pekerjaan-pekerjaan besar dalam sejarah hanya dapat diselesaikan oleh mereka yang mempunyai naluri kepahlawanan. Tantangan-tantangan besar dalam sejarah hanya dapat dijawab oleh mereka yang mempunyai naluri kepahlawanan.

Mungkin, karena itulah para pahlawan selalu muncul di saat-saat sulit, atau sengaja didatangkan di tengah situasi yang sulit. Mereka datang untuk memikul beban yang tidak dipikul oleh manusia biasa. Sejarah kepahlawanan mulai dicatat ketika naluri kepahlawanan mereka merespon tantangan-tantangan kehidupan yang berat. Ada tantangan dan ada jawaban. Dan hasil dari respon itu adalah lahirnya pekerjaan-pekerjaan besar.

Dan inilah pekerjaan besar kita, memberdayakan remaja dan pemuda islam yang memiliki keteguhan iman, kemuliaan akhlak, kesolidan ukhuwah untuk mendukung dan mempelopori peningkatan kualitas masjid menuju masyarakat madani (kalimat visi IRMAGA_red). Seberapa besarkah jiwa kepahlawanan kita?

Berdakwahlah, Semampu Terbaikmu..

24 April 2009

Ketika ujian demi ujian terus mendera, seorang ukhti hanya bersandar pada ketabahan. Beban mengalir tiada henti dalam aktivitas dakwahnya yang terus bergeliat. Cobaan yang mampir kepada dirinya, selalu berbuah munajat di keheningan malam. Amanah-amanah sentiasa bertambah dalam dunia dakwahnya, sementara waktu tidak pernah mau menambah jam tayangnya dari angka 24 jam perhari.

Huffh… Ukhti ini menghela nafas panjang.

Berkhayal dia menjadi super hero yang memiliki kekuatan terhebat. Mampu berpindah tempat dalam sekejap, bisa membelah diri menjadi 3, menembus waktu dan ruang, tidak pernah capek dan sakit, dan lain sebagainya. Pokoknya yang bisa membuat ane menyelesaikan tugas-tugas ini dengan cepat..

Huff… kakinya kembali menginjak ke bumi. Merealistiskan khayalannya.

Aku bukanlah wonder women yang super strong, bukan juga catwomen yang licah berkelahi, apalagi spiderman yang bisa merayap dinding atau songoku yang bisa pindah tempat dalam sekejap.

Aku adalah aku. Seorang aktivis dakwah. Bukan super hero layaknya diatas, namun aku adalah seorang pahlawan. Menerangi bumi ini dengan cahaya Islam, menyeru manusia pada kemenangan sejati, para penghuni surga.

Untuk itulah ukhti tersebut rela menjadikan dakwah sebagai pekerjaan utamanya. Bisnisnya dengan Sang Khalik tidak pernah dia tinggalkan. Ukhti ini sadar, bahwa dalam kekuatan yang besar timbul tanggung jawab yang besar pula (begitu kata spiderman). Kepahamannya tentang islam dan dakwah, ilmu-ilmu yang semakin bersemi, skill-skill yang semakin terasah, kelembutan jiwa yang menyatu dengan Al Qur’an adalah kekuatan besar yang menjadi modalnya menjadi seorang pahlawan sejati bukan sekedar super hero. Inilah tanggung jawab dia sebagai aktivis dakwah.

Namun, Ukhti ini masih merenung dengan harapannya. Ada orang-orang yang disekitarnya minimal mengatakan, “Apa nich Ukh yang bisa ane bantu? Kita kerjakan bersama-sama yuk..!” Niscaya himpitan beban itu pasti akan terasa longgar dan ringan. Kalau pun tidak semoga doa-doa kepada mereka dibalas dengan doa yang serupa pula..

Bagaimana pun juga, sapu lidi itu jauh lebih bermanfaat dari pada sebatang lidi. Se hero-heronya lidi, masih jauh lebih utama dengan sapu lidi. Maka beramal secara berjamaah pun akan lebih cepat menuju kemenangan dari pada bermal infiradhi.Bukankah begitu ?

Merah Kuning Hijau

24 April 2009

“ Aku Merah…” Seru Umar
“ Kuning !”
“ Hijau…!”
“ Oranjeee…selalu jadi pilihan ibu-ibu dan pilihanku “ Izzoe tak mau kalah.
Mereka terlihat bercakap-cakap seru di teras rumah Ustadz Hasanuddin, padahal si tuan rumah sudah mempersilahkan masuk. Akhwat-akhwat yang jadi teman rombongan silaturahmi mereka hanya geleng-geleng heran melihat tingkah si ikhwan-ikhwan itu..
Tak lama setelah basa-basi, tuan rumah masuk kedalam.
Tidak ada petir, hujan apalagi tsunami. Wajah ikhwan-ikhwan itu terlihat serteg, alias serius dan tegang. Nafas mereka terlihat tertahan, matanya berharap harap cemas, tangan mereka mengepal.
Tiba-tiba Ustadzah Isyah, isteri Ustadz Hasan keluar dari ruang dalam rumahnya.
Bouugh…!
Izzoe meninju Umar meluapkan kegembiraannya.
He…he…he…. Yess, Aku menang lagi! Bisik Izzoe penuh kemenangan, suaranya sengaja dibuat pelan tapi berbobot agar tidak terdengar sampai zone akhwat.
Srupuuuuut….ehmm…hmm, Alhamdulillah. Izzoe tampak menikmati sekali minuman yang baru saja disediakan. Sementara ikhwan-ikhwan yang lain tampak kecut, walau aneka makanan lebaran dan es sirup orange tersebut terlihat ‘ngawe-awe’.
Rumah terakhir barusan selesai di silaturahmini rombongan remaja-remaja masjid tsb.
Karena adzanlah yang memaksa mereka menyudahi tour hari ini. Mereka berjamaah maghrib. Transit terakhir di masjid Darussalam tersebut dihiasi dengan pembacaan hasil iseng ikhwan-ikhwan tadi.
Izzoe : 4
Umar : 1
Uqie : 2
Bob : 0
Izzoe kembali meringis gembira karena merasa menang dalam kompetisi hari ini…
Satu jam kemudian.
Sesampai dirumah, Izzoe ditanyai umminya,
“Kok tampak capek banget Nak, silaturahmi ke siapa aja hari ini?”
Izzoe menjawab enteng, “4 rumah Orange , 1 Melon, 2 Cocopandan.”
Lho..????????
(sepenggal kisah perjalanan syawal 1428 bersama temen2 IRMAGA)

Salah satu kemurahan yang Allah berikan kepada muslim yang rajin bersilaturahmi itu adalah umur yang panjang, bukan perut yang kenyang atau perut yang kembung sirup orange. Apabila adab-adab dalam bersilaturahmi itu telah ia penuhi…

Jangan Tunda Lagi

24 April 2009

Tak nampak gerutan kecewa, terlebih ekspresi putus asa pada wajah teduh ketua kita sore itu. Beliau tetap meneruskan tilawahnya. Sore itu, sudah cukup lama sang ketua menunggu untuk rapat.

Tak lama, 3 message sekaligus masuk inbox usai beliau menuntaskan 1 juz. Kali ini mr and mrs Afwan memang pantas untuk dimaklumi. 3 message diawali dengan kata Af1 semua.

Af1 Akh, mendadak perut ane sakit. Perih banget, ampe muntah2 nih. Ini mau ane periksakan ke puskesmas. Af1 ya..tidak bisa hadir. Doakan semoga baik-baik saja. Jazk” Begitu message Mr Afwan pertama.

Af1,ane lagi sakit. Bener2 males untuk pergi. Ane pengen istirahat dulu beberapa hari. Af1 tidak bisa aktif beberapa hari kedepan.” Mrs Afwan kedua dengan berani dan jujurnya menyatakan bahwa dia sedang dilanda penyakit futur.

Af1 Akh, ane ijin gak datang syuro sore ini. Badanku panas dingin, kayaknya masuk angin coz tadi malam lembur.Af1 ya..” Dan, Mr Afwan terakhir pun menutup dengan message yang serupa dengan pendahulunya.

Sang ketua hanya tersenyum, kemudian bertasbih dan bertahmid lalu mengepalkan tangan ke angkasa sambil memekikkan takbir.

Subhanallah karena takjub atas kejernihan pikiran yang dikaruniakan 4JJI untuk menghadapi situasi ini. Alhamdulillah karena bersyukur dia diberi tubuh yang sehat dan prima. Dan Allohuakbar-nya cukup menunjukkan ruh nya yang menggelora menapaki jalan dakwah. Laahaula wala quwwata illa billah.

Aktivis dakwah kok cacingan, tiap bulan langganan promag, ultraflu, tolak angin. Aktivis dakwah kok sukanya numpuk2 kerjaan, males-malesan. Aktivis dakwah tuch ya rajin olah raga juga dong. Dzalim tuch namanya!

Begitu kurang lebih Sang ketua diceramahin ustadznya 2 tahun yang lalu, walau lebih tepat dikatakan sindiran.

Bisa kita bayangkan kedzaliman apa yang kita perbuat?

Cukup sering kita mengejar kewajiban-kewajiban, memenuhi hak-hak organisasi, hak saudara-saudara kita tapi ternyata melalaikan hak tubuh kita, ruh kita, pikiran kita. Mereka lelah dan haus karena tiap hari kita fungsikan terus. Akhirnya, kita pun tidak hanya dzalim pada diri kita sendiri. Tapi pada ketua kita, teman kita, kerjaan kita dan lembaga organisasi kita juga, bahkan pada umat ini.

Aktivitas dakwah ini membutuhkan kekuatan yang tidak pernah ada habisnya. Pelaku yang memiliki karakter pejuang sejati, Tidak kenal rasa lelah apalagi putus asa. Untuk itulah kita yang menamakan diri aktivis dakwah juga dituntut harus memiliki titik-titik sumber pembangkit dan penjaga kekuatan. 4JJI adalah sumber dari segala kekuatan. Maka, aktivitas pendekatan kita kepadaNya juga menjadi sumber-sumber pemancar kekuatan. Kajian ta’lim rutin kita adalah kekuatan, tilawah kita adalah kekuatan, puasa kita adalah kekuatan, tahajud kita adalah kekuatan, menjaga hati ini adalah sumber dari kekutan ruh. Kekuatan itu pun perlu kita imbangi dengan membangkitkan kekuatan jasad. Jogging, renang, bersepeda atau hanya sekedar senam rutin adalah aktivitas yang mampu menjaga ketahanan tubuh kita ketika beban itu terasa semakin berat. Maka, ketika berat ringankanlah dengan berbagi, dengan rihlah, dengan membaca buku atau jalan-jalan untuk me refresh pikiran kita agar menjadi lebih brilliant dan produktif .

Akhi, Ukhti…4JJI telah menjanjikan kebangkitan ummat Islam ini. Bisa jadi karena kita sakit, syuro menjadi ditiadakan pekan ini. Bisa jadi karena syuro tidak ada dalam sepekan maka agenda kegiatan pun mundur sepekan pula. Dan bukan mustahil Kebangkitan Ummat pun turut tertunda sepekan dari jadwal yang dijanjikan 4JJI kepada kita. Lalu bagaimana jika ini dilakukan tidak hanya oleh seorang atau dua orang saja? Apalagi jadi penyakit rutin bulanan! Apakah kita juga termasuk factor penunda tersebut?! Semoga tidak.

KALINGGA, sarana menumbuhkan jaringan antar remaja masjid

18 Maret 2009

Kalingga News

KALINGGAPada tanggal 13 Rabiul ‘Awal 1430 H yang bertepatan dengan 10 Maret 2009 kemarin tampak bintang-bintang yang bertebaran di langit turut tersenyum bahagia mengiringi cantiknya purnama, malam itu menjadi malam yang cukup mengesankan bagi rekan-rekan Remaja Masjid, khususnya di kampung Sukunan, desa Banyuraden, kecamatan Gamping. Para remaja seantero kecamatan Gamping yang terbagi dalam 5 kelurahan ini datang ke kampung tersebut untuk menghadiri pengajian khusus remaja, yang terkenal dengan KALINGGA (Kajian Keliling Gamping). Acara yang sudah cukup populer di mata remaja masjid di wilayah kecamatan Gamping ini terselenggara berkat kerja sama yang apik antara Remaja Masjid Al Iman Sukunan (Imam Musalim), Remaja Masjid Al Mujahidin Cokrowijayan, Remaja Masjid Fajrul Islam Tegalyoso, dan juga tidak kelupaan IRMAGA (Ikatan Remaja Masjid Se-Kecamatan Gamping) sebagai promotornya.

Kalingga yang merupakan acara rutin tiap dua bulanan ini merupakan salah satu produk IRMAGA dalam rangka menjaring remaja Islam, memasyarakatkan pengajian di kalangan para remaja Islam dan meningkatkan ukhuwah serta jaringan di kalangan remaja masjid yang ada di wilayah kecamatan Gamping. Hal ini dikarenakan kegiatan-kegiatan yang telah ada selama ini masih berstatus intern atau lokal, disebabkan oleh belum terbentuknya jaringan antar remaja masjid itu sendiri. Dengan adanya kegiatan semacam kalingga ini diharapkan bisa menumbuhkan semangat dan kebersamaan di kalangan para remaja masjid, yang kedepannya akan bisa menumbuhkan sebuah jaringan kerja sama dalam dakwah keremajamasjidan. Adapun tema yang diusung dalam kalingga edisi ini cukup “luar biasa” yaitu Menjadi Remaja Berprestasi, Subyek Perubahan. Pembicaranya pun tidak main-main, panitia telah merencanakan untuk mendatangkan seorang ustadz yang tidak asing di telinga para remaja Islam dan didatangkan langsung dari daerah Imogiri, yaitu ustadz Hardiman, yang lebih dikenal dengan sebutan ustadz Batman. Akan tetapi, mendadak ustadz Batman tidak dapat hadir karena sedang sakit dan digantikan sahabatnya. Tampaknya hal ini membuat beberapa remaja agak kecewa karena ustadz penggantinya tidak sekualitas yang digantinya.”Lha wong cuma ban serep koq, ya mesti jauh sama aslinya”, ungkap salah seorang panitia. Akan tetapi hal itu tidak menghambat kesuksesan acara kali ini. Salah satu alasannya dapat terlihat dari antusiasme para remaja untuk hadir dalam acara ini cukup besar, sampai-sampai banyak remaja yang hadir dengan berjalan kaki meskipun jarak antara rumah dengan lokasi pengajian terhitung cukup jauh, sehingga mushola Al Iman yang menjadi tempat kegiatan tidak muat menampung para remaja karena saking banyaknya. Tampak di sela-sela acara, panitia sibuk untuk mengantisipasi hal tersebut. Termasuk harus belanja lagi karena 80 bungkus konsumsi yang disediakan masih kurang.

Di lain pihak, panitia tampak tersenyum puas pasca kegiatan, karena usaha untuk mengaktivasi remaja-remaja masjid di kelurahan Banyuraden sudah memperlihatkan hasil. Salah seorang panitia menuturkan harapannya agar semangat para remaja ini bisa terus terbina, sehingga remaja-remaja Islam yang ada di kecamatan Gamping ini mau dan mampu untuk menjadi pengurus masjid yang menjadi salah satu pilar dalam rangka memakmurkan masjid. Semoga !!! (Reported by: Wiyan)

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.