Jangan Tunda Lagi
Tak nampak gerutan kecewa, terlebih ekspresi putus asa pada wajah teduh ketua kita sore itu. Beliau tetap meneruskan tilawahnya. Sore itu, sudah cukup lama sang ketua menunggu untuk rapat.
Tak lama, 3 message sekaligus masuk inbox usai beliau menuntaskan 1 juz. Kali ini mr and mrs Afwan memang pantas untuk dimaklumi. 3 message diawali dengan kata Af1 semua.
“Af1 Akh, mendadak perut ane sakit. Perih banget, ampe muntah2 nih. Ini mau ane periksakan ke puskesmas. Af1 ya..tidak bisa hadir. Doakan semoga baik-baik saja. Jazk” Begitu message Mr Afwan pertama.
“Af1,ane lagi sakit. Bener2 males untuk pergi. Ane pengen istirahat dulu beberapa hari. Af1 tidak bisa aktif beberapa hari kedepan.” Mrs Afwan kedua dengan berani dan jujurnya menyatakan bahwa dia sedang dilanda penyakit futur.
“Af1 Akh, ane ijin gak datang syuro sore ini. Badanku panas dingin, kayaknya masuk angin coz tadi malam lembur.Af1 ya..” Dan, Mr Afwan terakhir pun menutup dengan message yang serupa dengan pendahulunya.
Sang ketua hanya tersenyum, kemudian bertasbih dan bertahmid lalu mengepalkan tangan ke angkasa sambil memekikkan takbir.
Subhanallah karena takjub atas kejernihan pikiran yang dikaruniakan 4JJI untuk menghadapi situasi ini. Alhamdulillah karena bersyukur dia diberi tubuh yang sehat dan prima. Dan Allohuakbar-nya cukup menunjukkan ruh nya yang menggelora menapaki jalan dakwah. Laahaula wala quwwata illa billah.
Aktivis dakwah kok cacingan, tiap bulan langganan promag, ultraflu, tolak angin. Aktivis dakwah kok sukanya numpuk2 kerjaan, males-malesan. Aktivis dakwah tuch ya rajin olah raga juga dong. Dzalim tuch namanya!
Begitu kurang lebih Sang ketua diceramahin ustadznya 2 tahun yang lalu, walau lebih tepat dikatakan sindiran.
Bisa kita bayangkan kedzaliman apa yang kita perbuat?
Cukup sering kita mengejar kewajiban-kewajiban, memenuhi hak-hak organisasi, hak saudara-saudara kita tapi ternyata melalaikan hak tubuh kita, ruh kita, pikiran kita. Mereka lelah dan haus karena tiap hari kita fungsikan terus. Akhirnya, kita pun tidak hanya dzalim pada diri kita sendiri. Tapi pada ketua kita, teman kita, kerjaan kita dan lembaga organisasi kita juga, bahkan pada umat ini.
Aktivitas dakwah ini membutuhkan kekuatan yang tidak pernah ada habisnya. Pelaku yang memiliki karakter pejuang sejati, Tidak kenal rasa lelah apalagi putus asa. Untuk itulah kita yang menamakan diri aktivis dakwah juga dituntut harus memiliki titik-titik sumber pembangkit dan penjaga kekuatan. 4JJI adalah sumber dari segala kekuatan. Maka, aktivitas pendekatan kita kepadaNya juga menjadi sumber-sumber pemancar kekuatan. Kajian ta’lim rutin kita adalah kekuatan, tilawah kita adalah kekuatan, puasa kita adalah kekuatan, tahajud kita adalah kekuatan, menjaga hati ini adalah sumber dari kekutan ruh. Kekuatan itu pun perlu kita imbangi dengan membangkitkan kekuatan jasad. Jogging, renang, bersepeda atau hanya sekedar senam rutin adalah aktivitas yang mampu menjaga ketahanan tubuh kita ketika beban itu terasa semakin berat. Maka, ketika berat ringankanlah dengan berbagi, dengan rihlah, dengan membaca buku atau jalan-jalan untuk me refresh pikiran kita agar menjadi lebih brilliant dan produktif .
Akhi, Ukhti…4JJI telah menjanjikan kebangkitan ummat Islam ini. Bisa jadi karena kita sakit, syuro menjadi ditiadakan pekan ini. Bisa jadi karena syuro tidak ada dalam sepekan maka agenda kegiatan pun mundur sepekan pula. Dan bukan mustahil Kebangkitan Ummat pun turut tertunda sepekan dari jadwal yang dijanjikan 4JJI kepada kita. Lalu bagaimana jika ini dilakukan tidak hanya oleh seorang atau dua orang saja? Apalagi jadi penyakit rutin bulanan! Apakah kita juga termasuk factor penunda tersebut?! Semoga tidak.






akhie,, tulisannya tak jelas. afwan, jd ga bisa baca deh…
salam ….
jazakillah diingetin, insya Alloh udah di perbaharui…